Bicara soal Kesehatan Mental dengan Orang Tua
Beda generasi bikin istilahnya tidak nyambung. Kadang yang perlu diubah bukan isinya, tapi cara masuknya.
Percakapan ini sering gagal bukan karena orang tua tidak peduli, melainkan karena kata-kata yang dipakai tidak punya arti yang sama di kedua sisi. Istilah seperti terapi atau kesehatan mental bisa terdengar sebagai kabar bahwa ada sesuatu yang sangat serius, sedangkan yang dimaksud anaknya jauh lebih sederhana.
Mulai dari keluhan, bukan dari istilah
Bahasa yang paling mudah diterima biasanya bahasa keseharian: susah tidur, gampang marah, tidak nafsu makan, tidak bisa konsentrasi di kantor. Keluhan seperti itu tidak menuntut pendengarnya menerima satu kerangka berpikir tertentu lebih dulu, dan karena itu tidak langsung memicu bantahan.
- Pilih waktu yang tenang dan bukan di tengah perselisihan, supaya isi pembicaraan tidak terbaca sebagai bagian dari pertengkaran.
- Ceritakan pengaruhnya pada hal yang mereka lihat sendiri, misalnya pekerjaan atau kesehatan fisik.
- Kalau perlu, pakai perbandingan dengan pemeriksaan kesehatan biasa. Banyak orang lebih mudah menerima gagasan memeriksakan diri daripada gagasan berobat jiwa.
- Jangan menuntut mereka langsung mengerti. Percakapan pertama yang berhasil biasanya percakapan yang tidak berakhir dengan penolakan, bukan yang berakhir dengan persetujuan.
Sering kali yang ditolak orang tua bukan pertolongannya, melainkan kesan bahwa mereka gagal sebagai orang tua. Kalau kesan itu bisa dihindari, percakapannya jadi jauh lebih mudah.
Kalau penolakannya tetap keras
Ada keluarga yang butuh waktu lama, dan ada yang tidak pernah benar-benar menerima. Kalau itu yang terjadi, keputusan untuk mencari bantuan tetap boleh diambil tanpa restu, terutama bagi orang dewasa yang mampu memutuskan sendiri. Persetujuan keluarga membuat prosesnya lebih ringan, tetapi ketiadaannya bukan alasan untuk menunda.
Dalam keadaan itu, mencari satu orang pendukung lain sering lebih berguna daripada terus meyakinkan pihak yang menolak. Saudara, pasangan, atau teman dekat yang bersedia menemani biasanya cukup untuk membuat langkah pertama terasa mungkin.
Tulisan ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh psikolog atau psikiater. Kalau keluhan yang kamu rasakan sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, pertimbangkan membicarakannya dengan profesional.
Written and reviewed by
More from Insights
Mengenali Tanda Awal Kecemasan yang Sering Diabaikan
Kecemasan tidak selalu terasa seperti panik. Sering kali bentuknya justru dada yang sesak, sulit tidur, atau tubuh yang selalu waspada.
Anindita Rahmawati
M.Psi., Psikolog
Kelelahan Kerja Bukan Sekadar Capek: Memahami Burnout
Istirahat panjang kadang tidak menolong karena yang habis bukan tenaga, melainkan makna. Ini bedanya lelah biasa dan burnout.
Chandra Wijaya
M.Psi., Psikolog
Tidur yang Terus Terganggu dan Apa yang Bisa Dilakukan
Sulit tidur yang berlangsung berminggu-minggu jarang berdiri sendiri. Biasanya ada hal lain yang sedang menuntut perhatian.
Bagas Priyatna
dr., Sp.KJ
