Pengasuhan

Mendampingi Anak yang Mulai Menarik Diri

Anak yang tiba-tiba diam bukan berarti tidak mau bicara. Sering kali dia belum punya kata untuk apa yang dirasakan.

Fajar Ramadhandr., Sp.KJ
17 May 20262 min read

Anak yang mendadak lebih pendiam sering dibaca sebagai fase, dan sebagian memang begitu. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan yang bertahan dan menyeluruh: bukan hanya diam di rumah, tetapi juga mundur dari hal-hal yang dulu dia cari sendiri.

Perubahan yang layak diperhatikan

  • Berhenti dari kegiatan yang dulu disukainya tanpa penjelasan, terutama kalau kegiatan itu melibatkan teman.
  • Perubahan pola tidur atau makan yang berjalan berminggu-minggu.
  • Keluhan fisik berulang seperti sakit perut atau sakit kepala yang muncul pada waktu tertentu, misalnya menjelang berangkat sekolah.
  • Nada bicara terhadap dirinya sendiri yang berubah menjadi keras, misalnya menyebut dirinya bodoh atau menyusahkan.
  • Penurunan yang cukup tajam di sekolah pada anak yang sebelumnya tidak bermasalah.

Cara membuka pembicaraan

Pertanyaan langsung yang diajukan berhadap-hadapan sering justru membuat anak menutup diri, apalagi kalau terasa seperti pemeriksaan. Percakapan biasanya lebih mudah terjadi ketika dilakukan sambil melakukan hal lain, misalnya di perjalanan, saat memasak, atau saat mengerjakan sesuatu bersama.

  1. Sebut yang kamu lihat, bukan kesimpulanmu. “Kamu kelihatan lebih capek belakangan ini” lebih mudah dijawab daripada “kamu kenapa sih”.
  2. Beri jeda dan tahan keinginan untuk mengisi diam. Anak sering butuh waktu lama sebelum menemukan kalimat pertamanya.
  3. Terima jawaban kecil tanpa langsung menuntut penjelasan lengkap, supaya bercerita tidak terasa berisiko.
  4. Tahan diri untuk tidak langsung menawarkan solusi. Nasihat yang datang terlalu cepat sering menghentikan cerita di tengah jalan.

Anak yang diam biasanya bukan sedang menolak bicara. Dia sedang mencari kata untuk sesuatu yang belum pernah dia alami sebelumnya.

Fajar Ramadhan, dr., Sp.KJ

Kapan mencari bantuan

Kalau perubahannya sudah berjalan lebih dari beberapa minggu, mengganggu sekolah atau pertemanannya, atau kamu mendengar hal yang membuatmu khawatir akan keselamatannya, jangan menunggu fasenya lewat. Bicarakan dengan psikolog anak atau psikiater. Membawa anak untuk diperiksa bukan tanda kegagalan sebagai orang tua, dan bagi banyak anak justru menjadi bukti pertama bahwa keadaannya dianggap serius.

Tulisan ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh psikolog atau psikiater. Kalau keluhan yang kamu rasakan sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, pertimbangkan membicarakannya dengan profesional.

Written and reviewed by

Author

Fajar Ramadhan

dr., Sp.KJ

View profile

Reviewer

Dian Puspitasari

S.Psi., Konselor

Reviewed 14 May 2026

View profile